Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Tidore Kepulauan
Kota Tidore Kecipratan Dana TP dari Ditjen Perikanan Tangkap PDF Cetak Surel
Ditulis oleh Abdul Khalish   
Selasa, 11 Desember 2012 07:25

Kota Tidore Kepulauan bakal kecipratan 3 Unit Kapal Perikanan Tangkap pada tahun 2013. Kapal perikanan yang bakal dibangun bersumber dari dana Tugas Pembantuan Direktoriat Jenderal Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan tahun anggaran 2013. Kepastian ini diperoleh setelah mengikuti kegiatan harmonisasi, pemantapan dan penyusunan jadwal pelaksanaan kegiatan anggaran ditjen Perikanan Tangkap yang diselenggarakan di Bandung tanggal 10-12 Desember.

Total jumlah anggaran untuk kegiatan tersebut adalah Rp 2,25 milyar untuk membiayai pembangunan kapal perikanan sebanyak tiga unit dan dukungan administrasi untuk kegiatan tersebut, seperti kegiatan pelelangan, konsultan perencanaan dan pengawasan, perjalanan dinas maupun honor-honor pelaksana kegiatan.

Diharapkan dengan kegiatan ini menambah koleksi kapal perikanan nelayan Kota Tidore Kepulauan yang pada akhirnya dapat meningkatkan jumlah produksi hasil perikanan serta meningkatkan kesejahteraan nelayan.

 
Teknik Transplantasi Karang Seharusnya Disesuaikan Dengan Tujuannya PDF Cetak Surel
Ditulis oleh Abdul Khalish   
Kamis, 08 November 2012 08:20

ARTIKEL - PENELITIAN/RESEARCH
Teknik Transplantasi Karang Seharusnya Disesuaikan Dengan Tujuannya

Transplantasi karang dapat dilakukan untuk berbagai tujuan yaitu : (1). Untuk pemulihan kembali terumbu karang yang telah rusak; (2).Untuk pemanfaatan terumbu karang secara lestari (perdagangan karang hias); (3).Untuk perluasan Terumbu Karang; (4). Untuk tujuan pariwisata;(5). Untuk meningkatkan kepedulian masyarakat akan status terumbu karang; (6). Untuk tujuan perikanan; (7). Terumbu karang buatan; (8.) Untuk tujuan penelitian.

1.Transplantasi karang untuk tujuan pemulihan terumbu karang yang telah rusak.
Disini, transplantasi karang dilakukan dengan memindahkan potongan karang hidup dari terumbu karang yang kondisinya masih baik ke lokasi terumbu karang telah rusak dengan mengikuti prosedur sebagai berikut:
a.    Pertama-tama, kita harus mencari lokasi pengambilan bibit di sekitar terumbu karang yang telah rusak, yang kondisi terumbu karangnya masih baik, misalnya persen tutupan karang hidup lebih dari 40%, dan mempunyai kondisi lingkungan( kedalaman dan keadaan arus ) sama dengan lokasi terumbu karang yang telah rusak tadi, dan jaraknya paling jauh dari lokasi transplantasi tidak melebihi satu jam pelayaran. Maka untuk transplantasi karang, pelaksana harus sudahmempunyai lokasi tempat pengambilan bibit, disertai dengan data persen cover karang hidup dan keragaman jenis karang sebelum pengambilan bibit.
b.    Pengambilan bibit dilakukan dengan memotong cabang karang induk di tempat,dan tidak melakukan pemotongan koloni karang induk yang letaknya saling berdekatan untuk menghindari kerusakan ekosistem secara menyolok.
c.    Lokasi pengambilan bibit tidak boleh jauh dari lokasi penanaman untuk menjaga agar transportasi bibit lewat udara tidak lebih dari satu jam.
2. Untuk tujuan pemanfaatan terumbu karang secara lestari / perdagangan karang hias.
Transplantasi untuk tujuan perdagangan karang hias, dilakukan dengan memindahkan potongan jenis-jenis karang hias yang diperdagangkan ke substrat buatan yang diletakkan di sekitar habitat terumbu karang alami, yang nantinya akan menjadi induk karang hias yang akan diperdagangkan, dengan mengikuti prosedur sebagai berikut:
a.    Transplantasi karang untuk tujuan perdagangan karang hias hanya boleh dilakukan olehÿpengusaha karang hias yang sudah mempunyai izin sebagai eksportir karang hias.
b.    Jenis-jenis karang hias yang dibiakkan adalah jenis-jenis karang hias yang diperdagangkan untuk pembuatan aquarium, dan tidak diperdagangkan sebagai karang mati.
c.    Jumlah bibit karang hias yang akan ditanam sebagai induk karang hias merupakan bagian dari kuota karang hias yang telah memperoleh persetujuan dari MA
d.    Sebelum pembiakan dilakukan, pengusaha harus melaporkan kepada MA tentang waktu kapan penanaman bibit karang hias itu dimulai, lokasi pembiakan, jumlah danjenis karang hias yang akan ditanam.
3. Transplantasi untuk tujuan perluasan terumbu karang
Perluasan terumbu karang dapat diartikan sebagai suatu usaha untuk membuat habitat terumbu karang baru, atau merubah habiat lain diluar habitat terumbu karang menjadi habitat terumbu karang. Di kawasan ekosistem terumbu karang sendiri, tidak semua dasar lautnya merupakan habitat terumbu karang. Bagian-bagian dasar laut yang bukan habitat terumbu karang itu, mungkin karena di tempat itu ombaknya terlalu besar, karena banyaknya endapan, karena arus yang terlalu kencang, karena kedalamannya yang melebihi batas kedalaman karang hidup, atau karena banyaknya kegiatan manusi..Maka trasplantasi karang untuk tujuan perluasan terumbu karang di ekosistem terumbu karang, perlu memperhatikan factor-faktor penyebab tidak adanya kehidupan karang di tempat tersebu, kemudian merencanakan suatu model substrat buatan yang dapat meniadakan pengaruh factor penyebab tersebut. Perluasan terumbu karang dapat dilakukan di rataan terumbu ( reef flat) yang pada waktu air surut rendah masih tergenang air setinggi 0.5 meter, di tempat-tempat yang berdekatan dengan desa pesisir untuk meningkatkan kepedulian akan status terumbu karang, meningkatkan rasa memiliki dan meningkatkan kesadaran untuk melindungi sumberdaya terumbu karang; dan di sekitar fasilitas wisata untuk meningkatkan daya tarik objek pariwisata. Sedangkan persyaratan teknik pengambilan bibit dan tempat pengambilan bibit sama dengan persyaratan pada bitir satu di atas.

4.Transplantasi karang untuk tujuan pariwisata.
Transplantasi karang untuk tujuan wisata, dibedakan dari transplantasi karang untuk tujuan perluasan terumbu karang, karena kawasan wisata tidak selalu merupakan kawasan ekosistem terumbu karang, tetapi biasanya mempunyai laut yang tenang dengan perairan jernih dan tidak membahayakan bagi wisatawan yang ingin mandi di laut. Tidak adanya terumbu karang di kawasan ini mungkin disebabkan oleh karena tidak adanya substrat dasar yang keras tempat menempel larva karang. Tujuan transplantasi karang disini adalah untuk membuat habitat terumbu karang yang kaya keaneka ragaman hayatinya. Atau membuat panorama yang indah didasar laut seperti halnya di ekosistem terumbu karang Untuk itu bibit karang yang akan dipindahkan di situ harus terdiri dari jenis-jenis karang yang beraneka ragam bentuk dan warnanya. Demikian pula substrat dasar buatan yang akan pakai harus menggambarkan bentuk dasar yang menarik dan tahan terhadap arus dan air laut. ( dibuat sepermanen mungkin).. Pemrakarsa transplantasi karang harus membuat peta lokasi trasplantasi karang menurut kelompok / jenis karang yang ditransplantasikan, beserta kedalamannya. ( Peta ini untuk menjelaskan karang jenis apa, dimana). Peta ini penting baik untuk wisatanya maupun untuk pemantauannya. Persyaratan tempat pengambilan bibit dan teknik pengambilan bibit sama dengan butir 1 diatas.

5.Transplantasi karang untuk tujuan meningkatkan kepedulian akan statusterumbu karang, meningkatkan rasa memiliki dan kesiapan untuk melindungi sumber daya terumbu karang.
Disini,transplantasi karang harus dilakukan oleh masyarakat nelayan yang sudah menyadari dampak negatif yang dideritanya akibat rusaknya terumbu karang di sekitarnya. Untuk dapat melaksanakan transplantasi sebaik -baiknya, mereka harus memperoleh latihan tentang teknik transplantasi karang secara lengkap, dengan pen- jelasan mengapa teknik tersebut harus dilakukan. ( termasuk cara penentuan lokasi pembibitan, cara pengambilan bibit dari induknya, cara pengangkutan bibit, cara penempelan bibit pada substratnya dan selanjutnya cara pemeliharaannya ). Untuk meningkatkan kepedulian masyarakat akan status terumbu karang, secara bertahap transplantasi karang perlu terus dilakukan sampai semua terumbu karang yang telah rusak itu pulih kembali.Dengan menjaga keutuhan hasil transplantasi karang itu, masyarakat nelayan akan dapat merasakan hasilnya. Karena dengan pulihnya kondisi terumbu karang, hewan laut termasuk ikannya juga akan bertambah banyak. Dengan melaksanakan semua kegiatan seperti tersebut diatas dan mendapatkan hasil yang diperolehnya dari kegiatan tersebut, akan meningkatkan kepedulian nelayan untuk melindungi sumber daya terumbu karangnya.


6.Transplantasi karang untuk tujuan pengelolaan perikanan.
Untuk meningkatkan produksi perikanan, transplantasi karang dapat dilakukan di lokasi yang miskin ikan, dengan harapan adanya transplantasi karang tersebut dapat mendatangkan banyak ikan, dapat merubah habitat yang bukan habitat terumbu karang menjadi habitat terumbu karang. Untuk itu diperlukan substrat dasar yang tahan lama, tidak tererosi air laut, dan dapat ditempeli larva karang. Konstruksi substrat dasar tersebut harus dibuat sedemikian rupa sehingga tersedia rongga-rongga yang dapat digunakan untuk berlindung ikan-ikan besar. Dengan konstruksi substrat dasar sperti itu, pertumbuhan karang hasil transplantasi akan menjadi lebih cepat karena hasil perkembang biakan karang secara generatif dapat langsung menempel pada substrat dasar tadi, diikuti penempelan biota laut lainnya. Transplantasi karang seperti ini dapat menjadi atraksi untuk wisatawan atau untuk daerah perikanan baru bagi masyarakat nelayan. Persyaratan tempat pengambilan bibit dan teknik pengambilan bibit tetap sama seperti pada butir1.

7.Terumbu karang buatan.
Istilah terumbu karang buatan yang sekarang ini berkembang di Indonesia , adalah murni "Fish Aggregation Device" (FAD), yaitu suatu cara yang digunakan untuk merubah suatu perairan yang sepi ikan menjadi perairan yang banyak ikan. Disini tidak dipersoalkan apakah konstruksi yang dibuat itu dapat ditumbuhi karang atau tidak. Yang penting dengan konstruksi yang diletakkan di dasar laut dapat menyebabkan berkumpulnya ikan di sekitar konstruksi tersebut. Terumbu karang buatan untuk meningkatkan produksi perikanan, banyak terbuat dari ban mobil bekas yang disusun demikian rupa sehingga dapat menjadi pelindung ikan-ikan yang biasa berlalu lalang di perairan tersebut. Terumbu karang buatan seperti itu, sudah jelas tidak untuk menumbuhkan karang, karena larva karang rupanya tidak dapat menempel pada ban mobil. Terumbu karang buatan seperti ini seharunya tidak diletakkan di kawasan terumbu karang; pertama karena di kawasan terumbu karang biasanya sudah kaya akan ikan, kedua karena dikhawatirkan bahan konstruksi terumbu karang buatan itu dapat mencemari ekosistem terumbu karang. Dimasukkannya terumbu karang buatan didalam pengelolaan ekosistem terumbu karang, adalah sebagai salah satu upaya meniadakan/ mengurangi penangkapan ikan di terumbu karang. Maka terumbu karang buatan dibangun di sekitar terumbu karang, sehingga nelayan tidak lagi menangkap ikan di terumbu karang, tetapi berpindah di terumbu karang buatan. Terumbu karang buatan itu dapat diletakkan di tengah-tengah jarak antara tempat tinggal nelayan dan terumbu karang, pada kedalaman tidak lebih dari 15 meter supaya mudah dipantau, sekaligus dapat berfungsi sebagai penghalang kapal pukat harimau yang sering menimbulkan konflik dengan nelayan tradisional.

8.Transplantasi karang untuk tujuan penelitian.
Transplantasi untuk tujuan penelitian, biasanya dilakukan oleh peneliti terumbu karang atau oleh mahasiswa dibawah bimbingan seorang peneliti senior yang sudah mempunyai pemahaman secara mendalam mengenai bagaimana melaksanakan transplantasi tanpa merusak lingkungan ekosistem terumbu karang, apapun tujuannya. Dibedakan dari persyaratan yang harus dilakukan oleh pelaksana keenam transplantasi diatas, transplantasi untuk tujuan penenitian ini diberbolehkan mengambil bibit di sekitar lokasi penelitian,, dengan teknik pemotongan cabang di tempat, tanpa memindahkan induknya. Karena transplantasi untuk tujuan penelitian biasanya tidak memerlukan banyak specimen, dan dengan biaya dan waktu sangat terbatas.

Kriteria penilaian keberhasilan transplantasi karang.

Secara umum transplantasi karang dapat dikatakan berhasil apabila transplantasi tersebut dapat mencapai tujuannya, dan tidak merusak habitat terumbu karang dan ekosistemnya. Maka criteria penilaian keberhasilan adalah sebagai berikut:
1.Prosedur transplantasi harus sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan oleh pihak MA.
2.Tidak merusak kondisi terumbu karang tempat pengambilan bibit (dapat dipantau),
3.Dapat mencapai tujuannya
4.Dapat dilaksanakan oleh masyarakat nelayan.
Source : Dr. Soekarno

Terakhir Diperbaharui pada Selasa, 11 Desember 2012 07:51
 
DAK Kelautan dan Perikanan Meningkat PDF Cetak Surel
Ditulis oleh Abdul Khalish   
Selasa, 11 Desember 2012 07:25

Dana Alokasi Khusus (DAK) Kelautan dan Perikanan Kota Tidore Kepulauan Tahun 2013 meningkat, dari Rp 3,8 milyar menjadi Rp. 4,5 milyar. Kenaikan pagu anggaran DAK ini memang sangat diharapkan agar dapat meningkatkan pembangunan kelautan dan perikanan di Kota TIdore Kepulauan. Selama ini, anggaran utama pembangunan kelautan dan perikanan memang bersumber dari DAK Bidang Kelautan dan Perikanan.

Alokasi anggaran DAK berdasarkan hasil sinkronisasi DAK yang diselenggarakan di Bogor (2-5/12) meliputi beberapa kegiatan, antara lain : pengadaan kapal perikanan, pengadaan GPS, pengadaan Fish Finder, Pengadaan Rumpon, Pembangunan/ Rehabilitasi Air Bersih di PPI Goto, Pembangunan TPI, Pengadaan Sarana Budidaya Rumput Latu, Pengadaan Ice Storage, Pengadaan Ice Crusher, Pengadaan Sarana Penggaraman/ Pengeringan Ikan, Pembangunan Los Pasar Ikan Segar di PPI goto, pembangunan pos penyuluhan kelautan dan perikanan, pengadaan speaker aktiv, pengadaan meubeleur untuk pos penyuluhan, pengadaan alat ukur kualitas air, pengadaan buku/ majalah, pembangunan tambatan perahu/ kapal. pembangunan gedung untuk kegiatan pemberdayaan, pengadaan laptop, pengadaan printer, pengadaan kamera digital, dan pengadaan kendaraan roda dua.

Alokasi anggaran ini terbesar diserap untuk kegiatan perikanan tangkap, yakni Rp 2,1 milyar dan terkecil adalah untuk kegiatan statistik kelautan dan perikanan.

Terakhir Diperbaharui pada Selasa, 11 Desember 2012 07:37
 
Laporan Kadis Pada Acara Peresmian PPI PDF Cetak Surel
Ditulis oleh Abdul Khalish   
Sabtu, 18 Februari 2012 23:39

Laporan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Tidore Kepulauan  pada Acara Peresmian PPI Goto, Pengoperasian Perdana Pabrik Es dan Penyerahan Paket Bantuan Usaha Kelautan dan Perikanan Tidore, 18 Februari 2012

Yang terhormat :

Walikota Tidore Kepulauan, Bapak Drs. H. Achmad Mahifa, Ketua DPRD Kota Tidore Kepulauan, Unsur Muspida Kota Tidore Kepulauan, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Maluku Utara dan jajarannya, Para Kepala SKPD Lingkup Pemerintah Kota Tidore Kepulauan, Para Camat, Lurah/ Kepala Desa, Wartawan serta para hadirian undangan sekalian yang saya hormati , Serta yang saya banggakan Nelayan Kota Tidore Kepulauan

Assalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Dan salam sejahtera bagi kita semua….

Alhamdulillahirabbil aalamiin, puji syukur patut kita panjatkan kehadirat Allah SWT, pencipta alam semesta dan seisinya, atas berkat rahmat dan iradah-Nya lah maka hari ini kita masih diberikan nikmat umur panjang, nikmat kesehatan dan nikmat kesempatan hingga kita semua masih dapat berkumpul disini, menghadiri acara peresmian Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Goto, Pengoperasian Perdana Pabrik Es dan Penyerahan Paket Bantuan Usaha Kelautan dan Perikanan, yang Insya Allah sebentar nanti akan dilakukan langsung oleh Walikota Tidore Kepulauan, Bapak Drs. H. Achmad Mahifa.
Bapak Walikota dan Para Hadirian sekalian yang saya hormati…

Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Goto adalah pelabuhan perikanan skala kecil atau masuk dalam kategori tipe D. Merupakan tempat berlabuh atau bertambat kapal/ perahu perikanan guna mendaratkan hasil tangkapannya, melakukan persiapan penangkapan ikan termasuk memuat perbekalan kapal, awak kapal serta sebagai basis kegiatan produksi pemasaran ikan, pengolahan hasil tangkapan dan pembinaan masyarakat nelayan.

Menurut Undang-undang Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 31 Tahun Tahun 2004, sebagai pelabuhan perikanan, fungsi PPI adalah fungsi pemerintahan dan pengusahaan guna mendukung kegiatan yang berhubungan dengan pengelolaan dan pemanfaatan sumberdaya ikan dan lingkungannya mulai dari praproduksi, produksi, pengolahan sampai pemasaran.

Dalam rangka menunjang peningkatan produksi disektor penangkapan ikan, maka tersedianya prasarana pelabuhan perikanan mempunyai arti yang sangat penting, karena sebagai sebuah infrastuktur pembangunan ekonomi, pelabuhan perikanan memiliki peran penting sebagai penggerak roda perekonomian di suatu kawasan.

PPI Goto yang memiliki luas lahan 7.650 m2 ini mulai dibangun pada tahun 2005, atau masa awal kepemimpinan Drs. H. Achmad Mahifa sebagai Walikota Tidore Kepulauan. Hingga saat ini, fasilitas yang ada dan telah tersedia terdiri atas : (1) Fasilitas pokok, seperti : pelindung gelombang (Jetty), dermaga, kolam pelabuhan, turap,  jalan dan drainase, serta lahan pelabuhan perikanan; (2) Fasilitas fungsional, seperti : Pasar Ikan, Pabrik Es, Cold Storage, Tangki dan Instalasi Air Bersih, Instalasi Listrik, Tangki BBM, Bengkel (workshop), dan Kantor; (3) Fasilitas penunjang, seperti : MCK, Pos Jaga, Pos Pengawasan, dan Lahan Parkir.

Total anggaran pembangunan PPI Goto sampai dengan tahun 2011 adalah sebesar Rp 8.160.808.500 (Delapan Milyar Seratus Enam Puluh Juta Delapan Ratus Delapan Ribu Lima Ratus Rupiah) yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Kelautan dan Perikanan dan Dana Alokasi Umum (DAU) lewat APBD Kota Tidore Kepulauan. Jumlah tersebut belum termasuk 1 unit Pabrik Es, 1 unit los pasar ikan dan 1 unit pos pengawasan yang anggarannya bersumber dari APBD Provinsi Maluku Utara.

Pada tahun Anggaran 2012 ini, dana yang dialokasikan untuk mengembangkan PPI Goto adalah sebesar Rp 2.159.300.000 yang diperuntukkan untuk kegiatan reklamasi lahan serta pengadaan 1 unit ice storage. Dengan kegiatan tersebut, maka diharapkan luas lahan PPI Goto ini bertambah 6.770 m2 sehingga menjadi 14.420 m2.

Bapak Walikota, Ketua DPRD, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Tidore Kepulauan  dan Para Hadirian sekalian yang saya hormati…

Mengingat pentingnya peran serta fungsi PPI, serta melihat kondisi fasilitas yang ada, maka dipandang perlu untuk meningkatkan fasilitas yang ada di PPI Goto ini. Seperti penambahan 1 unit pabrik es, coldstorage, Air Blast Freezer (ABF), Tempat Pelelangan Ikan, Kios Nelayan, perbaikan drainase, balai pertemuan nelayan, bangsal penjualan ikan, mes operator, SPBN, pengembangan dermaga, peningkatan jalan kompleks PPI dan lainnya.
Untuk meningkatkan fasilitas tersebut membutuhkan dukungan pendanaan dari berbagai pihak, tidak hanya Pemerintah Kota Tidore Kepulauan,  melainkan pula dari Pemerintah Provinsi Maluku Utara dan Pemerintah Pusat c.q. Kementerian Kelautan dan Perikanan RI.

Pengembangan PPI Goto ini juga merupakan bagian dari strategi pembangunan kelautan dan perikanan di Kota Tidore Kepulauan, yakni menjadikan pelabuhan perikanan (PPI Goto) sebagai Basis Pembangunan Ekonomi Kelautan dan Perikanan. Hal ini selaras dengan visi PPI Goto “Menjadi Pusat Perekonomian Masyarakat Kelautan dan Perikanan yang bernuansa Wisata Bahari”.

Bapak Walikota dan Para Hadirian sekalian yang saya hormati…

Pada kesempatan ini pula, kami memohon kesediaan bapak Walikota, selain meresmikan PPI Goto serta pengoperasian perdana pabrik es, juga berkenaan menyerahkan secara simbolis bantuan paket usaha kelautan dan perikanan kepada para kelompok nelayan.
Jumlah kelompok yang menerima paket bantuan adalah sebanyak 75 kelompok yang tersebar di 25 kelurahan/ Desa dan 8 kecamatan yang ada di Kota Tidore Kepulauan.

Paket bantuan dalam bentuk : 16 unit armada tuna, 2 unit armada pajeko, 3 unit armada giop, alat bantu perikanan tangkap berupa tali 40 roll dan pelampung buih 20 bh, mesin tempel 40 PK 2 unit, mesin katinting 13 PK 4 unit. Anggaran paket bantuan ini bersumber dari APBD Kota Tidore Kepulauan tahun 2011 senilai Rp 3.279.112.000.

Selain itu, paket bantuan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan berupa alat bantu penangkapan ikan seperti GPS (60 unit), fish finder (34 unit), mesin tempel 15 PK (4 unit), lampu dalam air (2 unit), life jacket (60 bh), jaring (3 Pc) lewat Program Peningkatan Kesejahteraan Nelayan Berbasis PPI.
Dengan jumlah bantuan tersebut, diharapkan ada peningkatan produksi hasil perikanan dan meningkatnya mutu hasil olahan produk perikanan pada tahun akan datang.

Demikian laporan ini kami sampaikan, dan kami mohon kiranya Bapak Walikota Tidore Kepulauan berkenan untuk meresmikan PPI Goto, pengoperasian perdana pabrik es, dan memberikan paket bantuan secara simbolis.

Atas perhatiannya disampaikan terima kasih.

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuhu.

Tidore, 18 Februari 2012
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan
Kota Tidore Kepulauan

Ir. Saiful Angkotasan, M.Si
Nip. 19630825 199203 1 008

 

 

Terakhir Diperbaharui pada Minggu, 19 Februari 2012 00:07
 
Saiful Angkotasan, Nahkoda Baru DKP Tidore Kepulauan PDF Cetak Surel
Ditulis oleh Abdul Khalish   
Kamis, 02 Februari 2012 03:06

Mulai 19 Januari lalu, Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Tidore Kepulauan memiliki nahkoda baru. Adalah Ir Saiful Angkotasan, M.Si yang dilantik oleh Walikota Tidore Kepulau, Drs Achmad Mahifa sebagai Kepala Dinas.
Walaupun sebelumnya, Ipul (demikian Saiful Angkotasan biasa disapa) adalah sekretaris pada Dinas Pertambangan dan Energi Kota Tidore Kepulauan, namun dunia kelautan dan perikanan adalah habitat aslinya.
Laki-laki kelahiran Pelauw (Pulau Haruku, Maluku) berusia 49 tahun ini sejatinya adalah sarjana perikanan dari Universitas Pattimura Ambon. Mulai mengabdi sebagai PNS bermula sebagai penyuluh perikanan pada Dinas Perikanan Kabupaten Halmahera Tengah.
Dia pernah melanjutkan studi pascasarjana di IPB Bogor dan memperoleh gelar magister sains di bidang pesisir. Pada saat pemekaran Kabupaten Halmahera Tengah, dengan dibentuknya Dinas Kelautan dan Pertanian, Saiful menjadi Kepala Bidang Kelautan dan Perikan.
Dan sekarang, Saiful bukan sekedar kembali ke habitat, tetapi juga mempimpin habitatnya. Masa depan kelautan dan perikanan ada ditangannya. Selamat dan sukses buat Saiful Angkotasan. (khalish)

 
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 Selanjutnya > Akhir >>

Halaman 1 dari 3

Polling

Polling ke-2 Masih uji coba
 

Jumlah Pengguna yang OnLine

Kami punya 1 tamu online

Bantuan OnLine